Tanda-Tanda Masa Subur Wanita

Tanda-Tanda Masa Subur Wanita

Tanda-Tanda Masa Subur Wanita – Masa subur adalah salah satu hal yang harus diperhatikan bagi seorang wanita yang telah menikah. Masa subur wanita mempunyai rentang waktu tertentu yang berbeda dimana setiap satu wanita berbeda dengan wanita lainnya. Salah satu perencanaan kehamilan yang baik adalah dengan mengenali masa subur setiap wanita. Waktu yang tepat untuk hamil adalah saat seorang wanita mengalami puncak masa suburnya. Setiap pasangan yang ingin memiliki kehamilan yang baik dan terencana harus memperjuangkannya, diantaranya adalah dengan mencatat dan memperhatikan masa subur wanita pasangannya.

Salah satu faktor keberhasilan untuk hamil adalah dengan memperhatikan masa subur dimana saat itu seorang wanita memiliki kondisi siap untuk hamil. Untuk itu, bagi setiap pasangan yang ingin segera hamil untuk memiliki anak, seharusnya melakukan hubungan intim pada saat masa subur istrinya. Jika belum berkeinginan untuk hamil, seorang wanita dapat melayani suaminya dalam berhubungan intim, di luar waktu masa suburnya. Atau jika sudah sangat ingin berhubungan intim, dan kebetulan istrinya sedang dalam masa subur, serta belum ingin hamil, dapat menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom atau sanggama terputus, untuk menghindari kehamilan.

Tanda-Tanda Masa Subur Wanita

Perubahan fisiologis yang terjadi pada wanita, dapat menjadi salah satu petunjuk bahwa wanita tersebut sedang dalam masa subur. Berikut ini beberapa perubahan fisiologis yang dapat dilihat :

1). Libido yang meningkat

2). Lendir yang ada di vagina lebih banyak. Kelenjar-kelenjar yang ada di leher rahim (Serviks) dapat memproduksi lendir berupa cairan bening seperti putih telur yang akan muncul di vagina, sehingga kelamin terkesan basah. Lendir-lendir ini bersahabat dengan sperma. Lendir tersebut dapat mempertahankan sperma untuk tetap hidup dan menunggu matangnya sel telur(ovulasi). Oleh karena itu, pembuahan akan lebih mudah terjadi pada saat masa subur. Diluar masa subur, lendir mulut rahim hanya sedikit dan lebih kental sehingga kelamin terkesan kering.

3). Peningkatan suhu basal tubuh sebesar 0,2 – 0,5 derajat pada pagi hari. Wanita yang mengalami masa subur suhunya akan meningkat lebih tinggi dari masa normal. Hal ini bisa diketahui dengan membuat grafik suhu tubuh bagi setiap wanita.

4). Indikator minor kesuburan yang sering terjadi pada wanita yang sedang dalam masa subur adalah nyeri perut dan perubahan payudara.

Hal yang terkait dengan masa subur adalah proses ovulasi. Ovulasi adalah peristiwa pengeluaran/penglepasan sel kelamin wanita yang telah melalui proses pematangan dari organ ovarium(indung telur) dan ditandai oleh pecahnya folikel(gelembung) tempat sel telur itu berada. Peristiwa ovulasi terjadi secara berkala dalam siklus menstruasi.

Pada masa subur seorang wanita ditandai dengan keluarnya telur atau benihnya(Ovulating). Hubungan intim atau persetubuhan pasangan suami istri harus dilakukan saat istri mengalami masa subur, jika istri ingin segera hamil. Waktu pengeluaran benih pada masa subur ini biasa disebut dengan periode masa subur (fertile period). Oleh karena itu, benih wanita akan keluar hanya sekali, dalam satu siklus haid dan pada waktu tertentu.

Pada kondisi normal, sel telur mampu hidup selama 48 jam di dalam rahim. Pada waktu 14 hari sebelum menstruasi yang akan datang, sel telur itu akan dikeluarkan dari indung telur. Selanjutnya sel telur yang telah dikeluarkan akan melalui saluran telur untuk masuk ke dalam rahim. Dengan demikian, masa subur berarti pula masa dimana semenjak sel telur dikeluarkan dan hidup di dalam rahim.

Perencanaan kehamilan yang baik diantaranya adalah dengan mencatat dan memperhatikan masa subur wanita pasangannya sendiri. Kehamilan yang direncanakan dengan baik, oleh suami dan istri, dapat mengetahui seberapa baik kondisi yang aman terutama bagi seorang wanita, karena seorang wanita yang memiliki mandat untuk mengandung bayi dalam masa kehamilan. Dengan kehamilan yang telah direncanakan dengan baik, dapat memudahkan bagi pasangan suami istri untuk menghadapi berbagai bentuk tekanan atau perubahan, baik dari segi mental, fisik maupun aspek finansial.

Periode masa subur seorang wanita normal akan selalu berlangsung setiap bulan sampai berusia 48 tahun atau apabila telah selesai haid (menopause). Jika dihitung berdasarkan masa subur, seorang wanita mempunyai kesempatan untuk hamil dalam rentang waktu 36 tahun (biasanya 12 – 48 tahun). Seorang wanita juga mempunyai kemampuan untuk hamil dalam rentang usia 35 tahun sampai 48 tahun, namun memiliki beberapa resiko kehamilan yang mungkin akan dialami.

Baca Juga : Info Tentang Kehamilan Dan TBC
Perilaku Wanita Saat Masa Subur

Sifat genit, suka berdandan dan manja menjadi salah satu ciri khas seorang wanita. Sifat ini juga menjadi salah satu daya tarik bagi wanita terhadap laki-laki. Sikap genit dan suka berdandan diduga terkait dengan keinginan seorang wanita untuk menarik pasangannya. Hal ini kemudian dikaitkan dengan masa subur yang biasa terjadi pada wanita setiap bulannya. Hal ini kemudian menjadi salah satu objek penelitian Profesor Martin Haselton dari Amerika.

Pendapat lama yang beredar di amerika menyebutkan bahwa manusia, dalam hal ini perempuan, termasuk salah satu makhluk hidup yang tidak memberikan sinyal apapun pada saat masa subur. Hal inilah yang kemudian menarik perhatian Profesor Martin Haselton dari University of California, Los Angeles (UCLA). Dari penelitian yang telah dilakukannya, dia mempunyai pendapat lain. Dia mengatakan bahwa seorang wanita yang berada dalam masa subur, biasanya lebih peduli pada pakaian yang dipakainya dan penampilannya, untuk menarik perhatian seorang pria.

Pendapat ini berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukannya yang menyertakan banyak wanita. Bersama timnya, profesor tersebut membuat penelitan dengan prosedur berikut ini :

1). Para peneliti mengevaluasi 30 perempuan selama sebulan penuh, tanpa diberitahukan tentang fokus penelitian yang dilakukan.

2). Setiap perempuan akan dites urin, untuk mengetahui masa suburnya.

3). Masing-masing wanita kemudian difoto pada saat masa subur dan sebelum masa subur.

4). Setelah foto diperoleh, foto tersebut ditutupi wajahnya dan ditunjukkan kepada 42 pria dan juri perempuan.

5). Selanjutnya 42 pria dan juri tersebut akan memberikan penilaian dan pendapat, foto mana yang terbaik.

Ternyata, para peneliti menyimpulkan bahwa dari foto-foto tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada perubahan dan perbedaan yang mencolok antara masa subur dan bukan.

Sebagai contoh, di dalam foto terlihat, ada seorang wanita yang memakai celana longgar dengan sepatu boots, tetapi di masa subur, ia mengenakan kaus dengan ukuran yang ketat ditambah kardigan. Contoh lainnya adalah ada seorang wanita yang memakai celana panjang dan tank top putih, tetapi saat masa suburnya ia memakai tank top dengan warna-warni cerah dan memakai perhiasan kalung perak berdesain cantik.

Haselton dan timnya pada akhirnya menarik kesimpulan bahwa perempuan suka tampil “genit” untuk menarik lawan jenis pada masa suburnya. Selain itu, seorang wanita juga melakukan kegiatan yang bersifat rekreasi, seperti shopping pada suburnya. Nah, jika kebetulan istri anda saat ini senang memakai pakaian yang ketat dan berpenampilan seksi, mungkin sedang mengalami masa subur. Namun perlu diingat bahwa , penelitian ini dilakukan di negara Amerika, dan kemungkinan hasilnya bisa berbeda dengan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *