Penyebab Ketidaksuburan Suami Dan Istri

Penyebab Ketidaksuburan Suami Dan Istri

Penyebab Ketidaksuburan Suami Dan Istri  -Setiap pasangan yang baru saja menikah, biasanya akan melakukan senggama pada malam pertama mereka, kecuali jika si wanita atau istrinya sedang mengalami masa haid pada saat itu. Jika pasangan yang melakukan senggama tersebut cukup subur, biasanya dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, menurut banyak survey yang pernah dilakukan, kemungkinan terjadinya kehamilan adalah 90%. Berdasarkan hasil survey ini, maka jika dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, setiap pasangan yang tidak memiliki anak kurang dari satu tahun, maka mereka dianggap kurang subur.

Jenis perawatan dan pengobatan banyak ditawarkan kepada pasangan yang kurang subur. Dengan pengobatan yang tepat, 45% pasangan yang kurang subur dapat memperoleh anak yang sehat. Terjadinya kehamilan juga bervariasi dari satu pasangan dengan lainnya. Ada pasangan yang bisa mendapatkan momongan dalam jangka waktu 5 tahun, bahkan ada pasangan yang baru bisa mendapatkan momongan setelah 10 tahun usia pernikahan. Keberhasilan untuk memperoleh momongan untuk pasangan yang kurang subur hanya mencapai 45%, walaupun telah dibuatkan alat dan perawatan dengan alat yang canggih. Oleh karena itu, bagi pasangan yang benar-benar berharap segera memperoleh momongan, agar selalu melakukan pemeriksaan dan perawatan kepada dokter ahli.

Penyebab Ketidaksuburan Suami Dan Istri

Pemeriksaan Awal

Penyebab terjadinya ketidaksuburan bisa dikarenakan banyak hal. Salah satu penyebabnya adalah kemandulan. Berdasarkan penelitian tentang berbagai sebab kemandulan, ditemukan bukti bahwa 35% kelainan ada pada wanita, 35% kelainan ada pada pria, dan sisanya yaitu 30% kelainan ada pada kedua belah pihak.

Berkunjung ke dokter adalah hal tepat untuk pemeriksaan penyebab kemandulan. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetes apakah istri atau suami yang mengalami kemandulan. Atau malah keduanya sedang mandul.

Sebelum melakukan pemeriksaan kemandulan, dokter akan menanyakan hal-hal apa saja yang pernah dialami oleh istri dan suami, seperti pernah mengalami operasi apa saja, penyakit apa saja yang pernah diderita, pernah minum obat apa, kesehatan saat itu dan riwayat haid. Untuk haid, biasanya akan ditanyakan kapan pertama terjadinya haid, berapa lama haid itu berlangsung, jarak antara satu haid dengan haid lainnya, dan bagaimana rasa sakit yang dialami saat haid.

Dokter juga akan menanyakan tentang bagaimana kehidupan seksual keduanya. Suami dan istri harus menjawab pertanyaan ini dengan jujur. Karena kehidupan seksual merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap pasangan jika ingin memiliki momongan. Pertanyaan yang sering dilontarkan biasanya seputar berapa kali melakukan hubungan seksual dalam satu minggu, apakah pernah minum obat pencegah kehamilan, apakah suami dan istri merasa puas dengan hubungan tersebut, dan lain sebagainya.

Selain hubungan seksual, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan berikut :

1). Kelainan apa yang saja yang dapat membahayakan jika istri mengalami kehamilan.

2). Memeriksa rongga pinggul untuk mengetahui apakah alat kandungan istri itu normal.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah cara melakukan senggama. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan ditemukan bahwa pasangan tidak memiliki momongan dikarenakan kurang tepat dalam melakukan senggama, yaitu sekitar 1%. Hal inilah yang kemudian menimbulkan ketidaksuburan. Bahkan ditemukan pula, walaupun telah melakukan senggama, istrinya tetap dalam keadaan gadis, walaupun jumlahnya cukup kecil yaitu 1%. Sampai kapanpun tentu tidak akan memperoleh momongan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan teliti dan tepat. Pemeriksaan kemandulan biasanya memerlukan 5 kali kunjungan ke dokter. Pemeriksaan kehamilan ini harus diikuti oleh suami dan istri, sehingga keduanya harus hadir dalam setiap pemeriksaan.

Penyebab Ketikdaksuburan

Pada saat senggama, seorang suami akan menyemprotkan sperma ke vagina bagian atas wanita. Selanjutnya sperma ini akan berenang dalam suatu perjalanan yang panjang agar dapat menuju ke indung telur. Jika indung telur mengeluarkan sel telur pada saat sel sperma tadi datang ke indung telur, maka kemungkinan besar akan terjadi pembuahan. Sel telur yang telah dibuahi ini harus pergi ke rongga rahim melalui saluran telur dalam suatu perjalanan yang sangat panjang.

Dengan melihat perjalanan panjang sperma dan sel telur bertemu sampai bisa menghasilkan janin yang dikandung oleh seorang istri, dapat dibuatkan daftar apa saja yang menimbulkan terjadinya ketidaksuburan.

Faktor Pria

Suami bisa memiliki kualitas benih yang tidak bagus disebabkan memiliki suatu penyakit tertentu atau sebab lainnya. Bisa jadi memiliki kualitas benih yang bagus tetapi tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh suami karena suatu penyakit tertentu, misalnya karena adanya penyakit yang dapat merusak saluran testis. Penyakit lainnya diantaranya adalah penyakit gondok yang dapat merusak testis, atau gonorrhoea yang dapat merusak vas deferens.

Mungkin sperma dapat dihasilkan, tetapi memiliki gerakan dan jumlah yang tidak cukup untuk dapat mencapai alat kelamin wanita. Kemungkinan lain adalah suami tidak dapat mengalami ejakulasi atau teknik senggama yang tidak bagus.

Faktor kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol serta pekerjaan yang membuat stress dan banyak pikiran juga dapat mempengaruhi kualitas sperma dan gairah untuk bersenggama.

Faktor Ovulasi

Ovulasi (produksi sel telur) pada seorang wanita akan terjadi secara teratur pada rentang usia 18 tahun sampai dengan 38 tahun. Sebelum dan sesudah rentang waktu tersebut, biasanya seorang wanita tidak akan mengalami ovulasi yang teratur.

Jika dalam rentang usia 18 tahun sampai dengan 38 tahun, seorang wanita tidak mengalami ovulasi, maka biasanya akan diberikan obat perangsang ovulasi. Pemberian obat ini tentunya setelah mengalami serangkaian tes yang panjang yang kemudian pada akhirnya diputuskan pemberian obat perangsang ovulasi sebagai salah satu solusi masalah ketidaksuburannya atas petunjuk dokter ahli. Dosis yang diberikan pun harus tepat agar tidak overdosis dan setiap pasien harus diteliti terlebih dahulu dengan alat dan laboratorium khusus, untuk mengetahui seberapa besar dosis yang tepat untuk mereka.

Faktor Saluran Telur

Saluran telur adalah jalan yang harus ditempuh oleh sperma agar dapat mencapai sel telur. Sel telur yang telah dibuahi sperma harus menyusuri saluran telur tersebut kembali agar dapat mencapai rongga rahim. Jika saluran tersebut tersumbat, maka peristiwa pembuahan tidak akan terjadi.

Oleh karena itu, jika suami tidak mandul dan istri dapat memproduksi sel telur, salah satu hal yang harus diperiksa adalah saluran sel telur. Alat yang bisa digunakan untuk memeriksa kondisi saluran sel telur adalah alat dengan sinar-X yang memiliki unit intensifikasi. Keunggulan pemeriksaan ini adalah tidak memerlukan proses pembiusan. Pemeriksaan akan memerlukan zat warna khusus yang dimasukkan ke dalam saluran telur. Kemudian dokter akan mengamati pergerakan zat warna tersebut di dalam saluran sel telur melalui layar tv yang menghasilkan intensifikasi gambar.

Metode lainnya yang sering digunakan adalah menggunakan laparoscope. Alat ini mirip dengan sebuah teleskop kecil yang dimasukkan ke dalam rongga perut sehingga terlihat semua organ pinggul. Kekurangan dari metode ini adalah pasien harus dibius total dan akan mengalami kesakitan selama kurang lebih 24 – 48 jam. Pemeriksaan ini memerlukan zat warna khusus yang dimasukkan ke dalam saluran telur dan rahim seperti halnya metode sinar-X.

Tes pengujian saluran telur memiliki tingkat akurasi yang tidak 100%. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian ulang dalam jangka waktu satu atau dua bulan kemudian untuk memastikan apakah penyebab ketidaksuburan adalah benar dikarenakan faktor saluran telur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *